Monday, February 27, 2006

Mall Lagi... Mall Lagi...

Sepulang dari Bandung, menziarahi makam ayah-bunda, aku melewati sekitaran Jalan Adi Sucipto. Tak jauh dari Janti, terpampang billboard baru yang begitu mencolok bertulis "COMING SOON". Dekat dari billboard itu sedang terjadi penataan lampu dan taman serta terlihat beberapa orang sibuk menata barang.

Aku tahu. Itu adalah mall yang akan dilaunch 5 Maret mendatang. Mereka mengklaim, mall yang namanya "Plaza Ambarukmo" itu akan menjadi mall terbesar pertama di kota pelajar ini. Memang besar sih...

Tak jauh dari lokasi itu, kurleb 2km sesudahnya...

Tampak juga kesibukan beberapa orang yang berseragam memasuki mall yang sebenarnya sudah dilaunch. Mall berpapan nama "Shapir Square", tak kalah luas dengan mall sebelumnya. Entah yang mana sebenarnya yang benar-benar mall terbesar disini.

Jauh dari kota, di sebuah desa yang dekat dengan kawasan pantai Parangtritis, kini-pun sedang dibangun Pasar Wisata Donotirto yang bentuknya seperti mall. Pihak pengembang -lagi-lagi- mengklaim gedung yang didirikannya akan menjadi Pasar Tradisional-Modern terbesar di Jogja.

Mall lagi.. Mall lagi..

Bukannya aku ndak setuju dengan berdirinya mall, tapi hendaknya pihak pengembang memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang makin semerawut ini. Berdiri satu mall membuat satu kesenjangan antar kaya-miskin terbuka lebar. Sikap konsumtif masyarakat-pun makin menjadi-jadi. Bagi yang punya uang berlebih hal itu memang tak masalah. Beda dengan orang lain yang datang ke mall sekedar merasakan kenikmatan tertentu.

Kehadiran mall juga menyebabkan terjadinya pemetaan baru bagi para copet dan pelaku kejahatan, baik kejahatan fisik maupun kejahatan seksual. Bahkan kehadiran mall akan menguntungkan untuk kegiatan pra-prostitusi (maaf), yaitu tempat bertemunya calon pelaku dengan calon pembeli, untuk kemudian menentukan tempat lain.

Keadaan ini sudah rahasia umum, Anda-pun tahu itu. Hayo ngaku!!

Tapi yang menggembirakan hatiku ditengah maraknya pembangunan mall adalah event pameran yang terus-menerus hadir. Paling tidak, selama aku tinggal di Jogja awal 2004 lalu, sudah ada beberapa pameran :
1. Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair), Syakkaa Organizer : 5kali
2. Pameran Buku Umum (Book Fair), IKAPI Jogja : 3kali
3. Pameran Politik (PKS Expo), PKS DPW DI Yogyakarta jelang Ramadhan
4. Pameran Ramadhan (Ramadhan Fair), KAMMI DIY dan Arkaz Organizer
5. Pameran Masjid (Kampoeng Ramadhan), Remaja Masjid Jogokariyan
6. Pameran Komputer (Computech Fair), entah siapa yang menyelenggarakan
7. Pameran Pendidikan Usia Dini (Edu Fair), Forsais dan Syakkaa Jogja
8. Pameran Pendidikan (College Fair), Dinas Diknas Jogja : 2kali
Dan beberapa pameran lain yang aneh-aneh, seperti pameran Emas dan Berlian, serta pameran Furniture...

Paling tidak, pameran-pameran itu telah mengundang banyak mata untuk melihat, menyaksikan, dan ikut membeli barang yang ada didalamnya, tentu dengan harga yang lebih murah dan lebih minim potensi terjadinya kejahatan.

Setuju?

Sunday, February 26, 2006

Ayah Bunda, Kuingin Restumu

Kepada yang dirahmati Allah;
Ayah Bunda
Di Alam Barzakh


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Pa kabar ayah-bunda? Ini Awan, anakmu yang bandel, yang ga pernah pulang menjenguk pusara ayah-bunda, merawat rumput yang tumbuh disekitarnya. Awan kangen ayah-bunda. Awan tak mampu membendung kangen awan. Ayah-Bunda pasti sehat kan disana? Ayah dah ketemu siapa aja disana. Pasti enak ya berkumpul sama para syahidin-syahidah, mendapat kucuran kenikmatan yang luar biasa dari-Nya.

Ayah. Awan sudah besar yah, sudah 26 tahun. Tapi awan merasa belum memberikan apa-apa yang ayah-bunda harapkan. Awan belum bisa memberikan banyak pengorbanan untuk Islam, agama kita. Awan ingin, ayah datang ke mimpi aawan dan berkata kepada awan tentang bagaimana rasanya alam barzakh. Awan tidak salah kan yah, kalau awan menginginkan hal itu? Awan tak bisa ngebayangin bagaimana dahsyatnya siksa-Nya bagi orang-orang yang mendurhakai-Nya.

Bunda. Awan kangeeen banget masakan bunda. Awan kangen banget cubitan bunda. Awan pgn denger lagi bunda marah-marah waktu awan lupa ngebalik tempe sampe gosong. Awan pengen bunda ngajarin awan bikin bubur kacang ijo, biar awan bisa bikin sendiri kalo lagi kepingin. Awan pengen tahu bunda kepingin punya cucu pertama laki-laki atau perempuan?

Ayah, Bunda. Awan sudah merantau 2 tahun ini di kampung orang. Awan sudah menjalankan apa yang awan inginkan sejak dulu, ikut jejak ayah. Tapi awan belum merasa kalo awan berhasil, dan awan ga boleh punya rasa itu. Itu namanya sombong kan ayah?

Ayah, Bunda. Karena rasa cinta awan sama Islam, awan pingin bukan hanya jogja yang awan singgahi. Kalau awan punya banyak duit, mungkin awan akan keliling sesemua propinsi dan bilang sama semua orang "Hey... ayo ingat Allah!!". Tapi awan tidak bisa.

Ayah, Bunda. Awan ingin mengatakan sesuatu yang menurut awan penting. Awan ingin, Islam awan sempurna. Awan sudah mendapatkan seorang penyempurna islam awan. Awan sedih, karena awan tak mampu menunjukkan wajah cerianya ke ayah bunda. Awan lebih sedih lagi kalau ayah bunda tidak merestui pernikahan kami.

Ayah, Bunda. Terakhir. Awan minta maaf sebesar-besarnya jika nanti Awan akan lama meninggalkan rumah ayah-bunda ini. Awan akan selalu merawatnya dengan doa "Robbighfir lii waliwaalidayya warhamHuma kamaa robbayaani shoghiiro..", cuma itu yang Awan bisa.

Ayah, Bunda. Titipkan salam awan untuk siapa saja yang berjumpa dengan ayah-bunda. Kabari mereka kalau awan akan menikah, agar mereka mendoakan kami selalu mendapat perlindungan-Nya dan dapat berkumpul dengan mereka ayah-bunda, para syahidin, yang diberikan payung rahmat-Nya sepanjang menanti berakhirnya dunia. Semoga. semoga dan semoga. Awan yakin, Allah Maha Perkasa dan Menentukan Segala Sesuatu.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh

Salam kangen dari Jogja
Awan, anakmu yang lucu tapi soleh

Zhtml> Ukur motivasi Image hosting by Photobucket Ukir Prestasi